Postingan

Pengalaman Seleksi LPDP (Berhasil dan Gagal, LPDP Luar Negeri dan Dalam Negeri)

Hai Fellas! Akhirnya saya tulis juga pengalaman saya mengikuti seleksi beasiswa LPDP. Tulisan ini adalah hasil berkontemplasi dari pengalaman pribadi saya ketika sebanyak 2 kali mengikuti seleksi beasiswa LPDP. Sebanyak 2 kali, saya merasakan tangisan sedih karena gagal dan juga tangisan bahagia karena akhirnya berhasil. Gagal atau berhasil, keduanya pelajaran yang bisa dihindari atau dilakukan oleh teman-teman. Semoga tulisan saya bermanfaat dan mampu menginspirasi teman-teman semua. Pengalaman Gagal, LPDP Dalam Negeri Tepatnya tahun 2015, setelah lulus kuliah dan wisuda bulan september, saya mengikuti seleksi beasiswa LPDP. Persiapannya bisa dibilang sangat singkat, karena saya wisuda bulan september lalu langsung mengikuti seleksi LPDP batch 4 2015 dengan berbekal nekat. Waktu itu seleksi LPDP terbagi menjadi seleksi administrasi dan seleksi substantif. Dimana dalam seleksi administrasi terdapat syarat salah satunya harus mengirim essay tentang kesuksesan terbesar, kontribusi b...

Movie Review

It isn't the new one movie, but i got a great lesson after i watched it. Here we go! Title : 21 Ben Campbel is the main subject of “Twenty One” movie. He is the student of MIT that has willingness to continue his study in Hardvard University. Financial is his big problem to obtain it. He applies a scholarship to solve it, but a hard question comes from the examiner when he do scholarship interview. “Why I should give this scholarship for you? The previous awardee was the extraordinary person with just one leg. So, what is the strong reason for me to give it for you?” Ben tells his previous struggle to answer this question. When he was in the last year in MIT, he worked in a clothes shop and saved the money to prepare continuing study in Hardvard. Once time, the lecture was amazed of Ben because of his brilliant. He was chosen by his lecture to follow a group that did a secret job. This job used the Ben bright brain to count the card in the Casino games to win the money. ...

Waktu

Tak ada yang lebih tegas selain waktu ia berlalu dan tak pernah kembali bahkan hanya sedetik pun Tak ada yang lebih cepat selain waktu ia berjalan begitu saja tanpa berhenti bahkan sekalipun aku mati Aku perlu ingat akan ada fase selanjutnya setelah sebuah fase terlewat maka harus ku lalukan yang terbaik untuk saat ini ku lakukan dengan efektif aku tahu, fase ini mungkin tidak akan kembali ia bagian dari proses ia bagian dari waktu waktu yang tegas tak pernah kembali dan waktu yang cepat tak pernah menanti

Summer in South Korea

Gambar
Agustus 2014 lalu, akhirnya salah satu impianku "go abroad" tercapai. alhamdulillah. Berbagai macam masalah dan tantangan sebelum keberangkatan bikin aku lebih bijak dalam menyikapi rejeki Allah yang satu ini. Mulai dari ujian ngurus berkas ke luar negeri (visa, surat dari IPB, tiket pesawat) sampai hal-hal teknis kayak nukerin uang, prepare apa-apa yang perlu disiapin, dan lain-lain yang-bisa dibilang, sangat amat melatih kesungguhan dan kesabaran. Tapi Allah sayang aku. Allah sayaaaang banget sama aku. Kerasa banget banyak tangan-tangan yang membantu dari sana-sini. Mulai dari orang terdekat (Khovivatul Istiqomah yang nganterin nuker uang ke seantero money changer di Bogor, Mbak Tia, Mbak Zahra, Rumah apel dan teman yang ga bisa disebutin satu-satu), sampai orang yang ga pernah aku kenal sedikitpun sebelumnya (Bapak sopir Taksi yang nganter aku dari kedubes Korea ke banda Sukarno Hatta). Mereka adalah panjang tangan Allah untuk mempermudah urusanku. Sayang Al...

Hidup itu pilihan

Seperti layaknya air yang memilih jalannya sendiri, ia tak pernah memaksa lurus ketika melewati batu, kayu atau apapun yang ada di depannya. Ia memilih jalannya sendiri, tanpa memecah batu, memotong kayu, atau hal lain di depannya, tanpa menyakiti apapun yang menghalangi. Se simple itu pilihan, tak perlu memaksa kehendak untuk tetap apalagi dengan menyakiti orang lain dihadapan kita. Kita hanya perlu berjalan seperti air, bukan pada filosofi berjalan ke tempat yang lebih rendah, tapi pada filosofi mengikuti alirannya yang tak pernah mengusik yang lain. -Faperta, 08.40, setelah jogging pagi

Cara membuat visa untuk ke Korea

Ini pengalaman saya pertama kalinya akan berangkat ke luar negeri untuk sebuah acara konferensi yang didalamnya saya harus mempresentasikan hasil paper yang sudah saya buat. Secara langsung ini pengalaman pertama saya membuat visa. Dan tentu saja saya tidak ingin pengalaman ini menjadi Pembelajaran hanya untuk diri saya. Tepatnya pada hari Jum’at 15 Agustus 2014 lalu. Sengaja saya tulis tanggalnya supaya menjadi referensi yang bisa dipertimbangkan teman-teman pembaca, apakah tulisan saya masih relevan atau sudah tidak. Semoga bermanfaat J Jadi hari itu saya berangkat pagi-pagi menuju kantor kedubes Korea di Indonesia yang beralamatkan di Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav.57, Jakarta Selatan. Akses ke tempat ini terbilang cukup mudah dengan menaiki kendaraan umum, tergantung darimana teman-teman berasal J . Saya berangkat dari Bogor sekitar pukul 6 karena begitu banyak kendaraan umum yang harus saya naiki, diantaranya angkot, KRL dan juga trans Jakarta. Saya juga mempertimbangkan mac...

Yang terlintas tentang "Bogor"

BOGOR-  apa yang terlintas ketika nama kota ini disebutkan? Kota hujan? Cuaca dingin? Kota yang suka ngirim banjir ke Jakarta? well, secuil kata-kata tadi memang benar adanya, tapi ada juga beberapa hal yang kurang tepat, there are my opinions about Buitenzorg (Istilah lain Bogor):  1. Bogor adalah kota hujan Selama hampir 3 tahun tinggal di Bogor, tempat ini bagi saya adalah tempat yang identik dengan payung, jas hujan dan sepatu karet. Saya adalah mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Bogor yang sama seperti mahasiswa lainnya, mahasiswa dengan seabrek kegiatan. Sebagai perantau memang inilah yang seharusnya saya dan teman-teman perantau lain lakukan, mengisi waktu dengan hal yang baik-selain kuliah-. Kegiatan yang seabrek ini seringkali kita lalui dari pagi jam 6 sampai sore, atau terkadang sampai malam. And it is so annoying if you don't bring an umbrela or rain coat. Ketika sore tiba, biasanya nimbus-nimbus mulai berjejer rata di langit kota ini. Jadi ketika...