Menjaga Kesehatan Mental: pelajaran hidup di tanah rantau, di tengah pandemi
Dibalik jendela kamar lantai sembilan ini, ada pemandangan warna warni daun di musim gugur yang memukau. Sesekali kawanan gagak datang bersambut suara saling sahut menyahut. Aku duduk santai, memandang jauh keluar jendela, sesekali menengok ke arah kiri di meja belajarku. Ahh, tumpukan paper untuk menyusun proposal penelitian thesis ku. Ironinya, pandanganku kembali keluar, menembus jendela kaca yang tidak terlalu bersih ini. Alih-alih menikmati pemandangan, malah selintas berfikir, apa fokus utamaku disini dan kenapa justru kehidupan sosial mendominasi isi kepalaku belakangan ini. Jika ditarik garis ke belakang, kesimpulanku banyak: dari yang kualami secara internal, masalah mental tidak bisa diremehkan. Hargai kondisi mental seseorang dengan segala issue nya, seremeh apapun itu di mata kita. Ukuran masalah tiap orang berbeda, menurut kita masalah sepele bisa jadi menurut orang lain masalah berat, yang sama adalah ketika orang sudah berada di kondisi mental terburuk maka yang mer...