Hidup itu pilihan

Seperti layaknya air yang memilih jalannya sendiri, ia tak pernah memaksa lurus ketika melewati batu, kayu atau apapun yang ada di depannya. Ia memilih jalannya sendiri, tanpa memecah batu, memotong kayu, atau hal lain di depannya, tanpa menyakiti apapun yang menghalangi.
Se simple itu pilihan, tak perlu memaksa kehendak untuk tetap apalagi dengan menyakiti orang lain dihadapan kita. Kita hanya perlu berjalan seperti air, bukan pada filosofi berjalan ke tempat yang lebih rendah, tapi pada filosofi mengikuti alirannya yang tak pernah mengusik yang lain.

-Faperta, 08.40, setelah jogging pagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Seleksi LPDP (Berhasil dan Gagal, LPDP Luar Negeri dan Dalam Negeri)

Cara membuat visa untuk ke Korea

Sebut Saja Outbound (bukan istilah sebenarnya)