Yang terlintas tentang "Bogor"
BOGOR-
apa yang terlintas ketika nama kota ini disebutkan?
Kota hujan? Cuaca dingin? Kota yang suka ngirim banjir ke Jakarta?
well, secuil kata-kata tadi memang benar adanya, tapi ada juga beberapa hal yang kurang tepat, there are my opinions about Buitenzorg (Istilah lain Bogor):
1. Bogor adalah kota hujan
Selama hampir 3 tahun tinggal di Bogor, tempat ini bagi saya adalah tempat yang identik dengan payung, jas hujan dan sepatu karet. Saya adalah mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Bogor yang sama seperti mahasiswa lainnya, mahasiswa dengan seabrek kegiatan. Sebagai perantau memang inilah yang seharusnya saya dan teman-teman perantau lain lakukan, mengisi waktu dengan hal yang baik-selain kuliah-. Kegiatan yang seabrek ini seringkali kita lalui dari pagi jam 6 sampai sore, atau terkadang sampai malam. And it is so annoying if you don't bring an umbrela or rain coat. Ketika sore tiba, biasanya nimbus-nimbus mulai berjejer rata di langit kota ini. Jadi ketika kamu harus pulang sore dan kamu nggak bawa payung, pilihannya hanyalah dua, yaitu 1. kamu terjebak hujan dan kamu harus menunggu sampai reda atau 2. kamu harus menerjang hujan.
#aduh mbak, ini mah normal-normal aja kali, di tempat lain bukan Bogor pun, kita juga bakal kayak gitu dalam situasi yang sama
That's not the point. Point utamanya adalah, kamu tahu sedang ada di kota apa tapi kamu nggak prepare dengan itu. Perumpamaan lainnya, kamu kayak lagi naik gunung Himalaya tapi nggak bawa jaket. Secara spontannya sih bisa dibilang, nyusahin diri sendiri. So, kalau menurut saya, tidak mempersiapkan suatu solusi ketika kamu tahu sedang berhadapan dengan masalah adalah sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan. Ketika kamu memilih dengan pilihan 1 (kamu terjebak hujan dan harus menunggu) kebayang kan kalau sebagai mahasiswa perantau yang niatnya mau pengen banyak kegiatan biar nggak keinget kampung halaman eh malah kejebak hujan, sore-sore, sendiri, dibawah pohon beeeuh. haha, sedikit lebay sih, tapi begitulah adanya. So, persiapkan dengan baik segala sesuatunya sekecil apapun itu ya :)
#emang kayak gimana sih mbak hujan di Bogor itu? Bukannya Indonesia itu katanya negara yang emang curah hujannya melimpah ya? kalo gitu apa bedanya dengan kota-kota di Indonesia yang lain?
Sebenarnya kalo ngomongin Indonesia, banyak faktor yang menyebabkan sebagian besar wilayah di Indonesia punya curah hujan yang melimpah. Diantaranya letak Indonesia di ekuator, fenomena iklim MJO, QBO, PDO, ENSO, monsoon dan banyak lagi. Kuat lemahnya pengaruh faktor yang tadi disebutkan di tiap-tiap wilayah di Indonesia berbeda-beda. Di Indonesia sendiri ada wilayah yang punya tipe hujan monsoonal dan tipe ekuatorial. Jadi secara umum, tipe-tipe hujan tiap wilayah berbeda, walaupun masih dalam satu negara Indonesia. Yang bikin Bogor sedikit lebay curah hujannya dengan wilayah lain adalah lokasi bogor yang berada dekat dengan Gunung Salak. Lokasi ini menyebabkan hujan orografi (hujan yang disebabkan oleh awan yang tumbuh karena perbedaan topografi yang ekstrim, misalnya gunung) menimpa Bogor ketika wilayah yang lain adem ayem. Maksutnya ketika wilayah di Indonesia yang lain sedang kemarau atau kekeringan sekalipun, kadang kala Bogor hujan dengan hujan orografinya.
2. Bogor cuacanya dingin bangeeet..
Saya adalah salah satu orang yang tertipu dengan statement ini. Dulu pas pertama saya mau berangkat ke Bogor dari kampung halaman saya (bulan juni 2011) saya siapkan selimut yang tebal dan jaket yang tebal. Ternyata setelah sampai Bogor, dan merasakan Bogor saat bulan itu seperti apa.. hmmm...Ternyata panasnya sama aja kayak kampung halaman saya. Tapi seiring waktu saya tinggal disini, saya ketemu Bogor yang sebenarnya. Akhirnya saya simpulkan statement "Bogor dingin banget" terkadang benar terkadang salah. Karena Bogor tidak selalu dingin. Tidak selalu disini bisa didefinisikan secara temporal dan spasial. Secara temporal, tidak sepanjang waktu suhu udara Bogor dingin. Misalnya saja cerita saya tadi, pas bulan Juni saya datang ke Bogor, ternyata ya sama aja kayak di kampung saya. Tapi setelah melewati bulan, pas bulan Januari sekarang misalnya, ternyata statement itu bener banget. Selama beberapa hari ini nimbus rata memenuhi langit, hujan berhari-hari nggak berhenti, matahari nggak muncul. Alhasil dingin menyerang sapanjang pagi, siang dan malam. Dan akhirya selimut tebal saya berguna. :)
Secara spasial, Bogor itu luas, ada di wilayah puncak, kota, kabupaten dan lain-lain. Kalau Bogor yang di puncak ya suhunya memang relatif dingin, tapi kalau di kota cenderung sudah terkontaminasi dengan lingkungan kota sehingga suhunya relatif lebih tinggi daripada puncak.
3. Bogor suka ngirim banjir ke Jakarta
Terkadang gajah di pelupuk mata memang tak terlihat, sedangkan semut di sebrang samudra jelas terlihat. Bagaimana tidak, sebenarnya penyebab banjir di Jakarta adalah penduduknya sendiri. Masalah penggunaan lahan yang tidak tepat, misalnya bantaran sungai yang dipakai buat pemukiman. Ya jangan salahkan air yang mengalir mengikuti tempat ia mengalir. Sudah tahu bantaran sungai, kenapa masih ditinggali. Lalu juga daerah cekungan yang dibanguni perumahan. Ya jangan salahkan air yang mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Sudah tahu daerah cekungan, kenapa di tinggali. Juga, banyaknya bangunan mall, hotel dan bangunan-bangunan lainnya. Ya jangan salahkan air yang sebenarnya hanya ingin mencari tanah untuk menyimpan dirinya tapi kalian tutupi tanah itu dengan semen-semen.
Bogor tidak mengirim hujan ke wilayah Jakarta, karena memang air sendiri yang memilih tempat yang lebih rendah untuk mengalir. Air adalah berkah. Musibah banjir yang ada hanyalah tentang apa yang sudah manusia perbuat.
(opini)
Komentar
Posting Komentar