Pikiran, Mimpi dan Kenyataan



Otak kita didominasi oleh dua bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri. Otak kanan untuk mengingat hal spasial (ruang dan tempat), imajinasi, intuisi (memahami dengan hati nurani), menyeluruh. Otak kiri untuk berpikir secara sistematis, analisis dan logika. Sedangkan pikiran kita juga terbagi dalam dua tipe, pikiran sadar yang terwujud dalam tindakan mengidentifikasi, menganalisis, dan memutuskan, dan pikiran bawah sadar yang teraplikasi menjadi kebiasaan, emosi, memori jangka panjang, kepribadian, intuisi, kreativitas, dan prinsip-prinsip hidup. Pikiran bawah sadar ini terpisah dari pikiran sadar dan merupakan potensi yang sering diabaikan. Inilah sumber emosional manusia, dan disini juga letak kejujuran. Pikiran bak hewan gembala yang jika kita tidak mengatur dan mengarahkannya, akan lari kemana-mana sejauh yang ia mau. Dan belum tentu larinya pikiran itu ke hal yang positif. Maka dibutuhkan pengelolaan pikiran yang sistematis, karena jika kita berfikir baik, hasilnya pun akan baik pula.
Bagaimana cara mengelola pikiran? Diantaranya yaitu menyaring, memilah, dan mengeluarkan pikiran. Pikiran adalah pilihan kita, apakah itu baik atau buruk, tergantung kita memilih. Menyaring pikiran yang dimaksud disini adalah mampu membedakan mana pikiran yang baik (mendatangkan manfaat) dan mana yang tidak bisa mendatangkan keuntungan bagi kita, maupun orang disekitar kita. Memilah pikiran artinya, berusaha membuat hal positif saja yang kita pikirkan. Mengeluarkan pikiran yaitu membuang pikiran mengenai hal buruk yang tidak seharusnya kita pikirkan. Misalnya, memikirkan lawan jenis yang bukan muhrim kita. Dalam kasus ini, sudah tentu tidak sesuai syariat Islam. Pun belum tentu yang kita pikirkan juga memikirkan kita. Jadi
hanyalah hal yang sia-sia memikirkan apa yang tidak perlu dan tidak boleh kita pikirkan.
Mimpi sinergis dengan pikiran. Seperti yang sudah dijelaskan dalam paragraf sebelumnya, jika kita berpikir baik, maka hasilnya pun akan baik. Pikiran memotori gerak fungsional tubuh. Ketika kita sering memikirkan suatu hal dan sangat menginginkannya secara tidak langsung, otak kanan akan merekam hal tersebut. Secara tidak sadar pun tingkah laku kita juga akan mewujudkan apa yang kita pikirkan. Maka dikatakan pikiran bawah sadar merupakan potensi yang sering diabaikan. Cara mengasahnya yaitu :
1.      Menetapkan impian sesuai dengan syariat
2.      Sering membayangkan impian tersebut
3.     Sering menceritakan impian tersebut kepada orang lain, seperti orang tua, teman dekat. Tetapi yang paling efektif adalah orang yang paling kita tidak sukai.
4.      Jangan lupa pikirkan kembali manfaat pencapaian impian
5.      Analisis kendala dalam pencapaian dan penyelesaiaanya
6.      Identifikasi kemampuan untuk mencapai impian
7.      Merancang langkah-langkah agar impian terwujud
8.      Ambil tindakan (action plan)
9.      Jaga mental, jangan mudah menyerah, dan jaga emosional, jangan mudah terpengaruh
10.  Evaluasi hati dan pikiran
Once again, mimpi sinergis dengan pikiran. Dan pikiran pula penentu terwujudnya mimpi tersebut. Jadi, waspadai pikiran anda. Semoga bermanfaat. ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Seleksi LPDP (Berhasil dan Gagal, LPDP Luar Negeri dan Dalam Negeri)

Cara membuat visa untuk ke Korea

Sebut Saja Outbound (bukan istilah sebenarnya)